ucapan selamat datang

Selamat datang..

Sabtu, 25 September 2010

BEBERAPA TEMPAT WISATA DI MADIUN

Madiun memang mungkin kota kecil yang damai dan tenang, yang sebutannya adalah ”Kota Gadis”, jangan salah…maksudnya Gadis adalah Perdagangan dan Industri. Jadi ciri khas kekayaan alamnya mungkin tidak terlalu tersohor, tetapi Madiun dan kota-kota tetangganya tetap mempunyai beberapa obyek wisata alam yang benar-benar masih ”Gadis”.
copy-of-image13.jpg
Kebun kopi di Kecamatan Kare
Terletak sekitar 10 km arah timur kota Madiun, perkebunan kopi ini dulunya adalah peninggalan penjajahan Belanda. Berada di atas bukit lereng gunung Wilis yang udaranya sangat adem, mirip dengan Puncak. Pemandangannya pun tak kalah dengan kawasan puncak. Dan tentu saja suasananya masih begitu alami. Tapi untuk menjangkaunya, anda harus mengendarai kendaraan 4WD, karena terjalnya jalan. Tapi justru itu adalah yang menarik dari wisata ke tempat ini.
Monumen Kresek (Peristiwa Madiun 1948)
Yang satu ini bukan pure wisata alam sih, Cuma letaknya ada di lereng Wilis, tak jauh dari kebun kopi, yang lumayan adem juga. Wisata ini adalah wisata sejarah, dimana tempat terjadi tragedi Madiun tahun 1948. (Saya nggak mau cerita lebih banyak, karena ngeri duluan). Di tempat yang sama juga ada hutan wisata yang bernama Grape, serta bumi perkemahan yang lumayan luas, yang sering dipakai untuk acara-acara perkemahan. Tempat ini sebenarnya sangat cocok untuk acara lintas alam dan outbound.
Waduk Bening
Terletak 40 km arah timur dari kota madiun, waduk ini seluas 860 km2, terletak di tengah-tengah hutan jati Saradan. Tempat ini memiliki scene yang sangat indah saat sunrise, dengan latar belakang waduk dan hutannya. Biasa juga dipakai untuk bumi perkemahan.
wisata_clip_image002.jpg

Telaga Sarangan
Terletak di wilayah kota Magetan (30km arah barat dari Madiun), telaga ini benar-benar tempat getaway yang perfect yang mudah dijangkau dari Madiun. Tempatnya yang berada di lereng gunung Lawu, dengan hutan pinusnya yang hijau, dan hawa yang begitu sejuk.
p1010212.jpg
Di seputaran telaga terdapat berbagai obyek menarik, diantaranya speed boat dan perahu dayung yang bisa disewa untung mengelilingi danau, serta kuda yang bisa disewa untuk jalan-jalan keliling danau. Juga terdapat berbagai macam restoran hingga kedai makan yang menyajikan berbagai macam makanan, yang khas dari tempat ini adalah sate kelinci, hmmm…rasanya enak, empuk dan gurih, serta rendah kolesterol. Makanan lain cukup standard, tapi yang saya sarankan adalah gurame atau nila goreng atau bakar dimakan dengan lalapan serta sambel segar dan nasi yang panas-panas, sangat nikmat disantap di udara yang dingin.
Hotel juga banyak tersedia, mulai dari yang murah (seharga Rp. 60 ribu/malam) hingga yang bertarif lumayan (Rp. 400 ribu/malam). Pilihan hotel dan restoran juga terdapat di kaki telaga sarangan, sekitar 4-5 km di bawah telaga, dengan harga yang tentunya relatif lebih murah daripada di seputar telaga. Tapi yang pasti kita masih dapat menikmati suasana yang sejuk, mirip seperti di tretes. Sekedar tips untuk anda, jangan lupa memilih hotel atau penginapan yang menyediakan air panas, karena anda tentunya tak ingin mandi dengan ”air es”. Juga tersedia vila yang disewakan kepada wisatawan, rata-rata seharga Rp. 250 ribu / malam saat low season, dengan dua kamar tidur).
Telaga Ngebel
Secara geografis terletak di wilayah Kabupaten Ponorogo, tetapi lebih dekat dijangkau dari rumah saya (Desa Dolopo, hanya 25 km ke arah timur). Jarak tempuh dari kota Madiun, kira-kira 40 km. Tempat ini benar-benar adalah sebuah ”perfect getaway”, karena lain dengan Telaga Sarangan, Ngebel menyajikan sebuah pemandangan dan suasana yang begitu perawan, jauh beda dengan Sarangan yang cenderung ramai dan padat. Masih belum banyak bangunan di sekitar Ngebel ini. Luas telaganya juga sekitar 3x lebih luas dari pada Sarangan, dan Ngebel adalah sebuah danau alam, yang dahulunya adalah bekas letusan gunung berapi.
ngebel.jpg
Ngebel berlokasi di lereng gunung Wilis. Udaranya lumayan sejuk, meskipun tidak sedingin Sarangan (secara geografis ketinggian Sarangan lebih tinggi dari permukaan laut). Di sekeliling danau, banyak sekali pepohonan tua berusia ratusan tahun, hutan pinus dan juga binatang asli hutan gunung wilis, seperti monyet dan kijang. Untuk anda yang mencari ketenangan, tempat inilah adalah tempat yang sangat tepat.
p1010317.jpg
Meskipun masih perawan, tapi juga ada hotel yang disewakan kepada pengunjung, meski tidak banyak. Harganya pun relatif lebih murah dibanding dengan Sarangan. Untuk obyek wisata, terdapat sebuah perahu motor di danau yang mampu memuat sekitar 10-15 orang untuk berkeliling danau. Hidangan yang disajikan, rata-rata dihasilkan dari hasil telaga sendiri, diantaranya ikan gurame dan nila yang sangat nikmat bila digoreng atau dibakar dan dinikmati dengan lalapan dan sambal serta nasi panas. Pilihan makanan lain juga ada, tetapi yang spesial adalah hidangan ikan tersebut, dan juga bakso isi telur puyuh yang tak kalah sedap. Dinikmati sambil duduk-duduk di pinggir danau, pasti sangat menggugah selera dan menenangkan hati.

Jadi, silakan mampir ke tempat-tempat tersebut jika Anda mengunjungi Madiun. Ketenangannya akan membuat anda merasa segar kembali saat kembali ke rutinitas sehari-hari. Selanjutnya, pada Part III, saya akan menulis tentang ”Wisata Kuliner” di Madiun dan sekitarnya…

SUMBER: http://ulliee.wordpress.com/2007/12/19/jalan-jalan-ke-madiunpart-ii/

2 komentar:

  1. like it
    kunjungi blog saya juga ya, di pelitawisatakita

    BalasHapus
  2. lebih alamian NGEBEL Dari Pada SARANGAN Cz Ane Pernah Ke NGEBEL

    BalasHapus